Litbangyasa

# Judul Deskripsi Penulis Publisher Tahun Rencana Pengembangan Lanjutan Aksi
1 Simulasi Parameter-Parameter Utama Untuk Desain Sensor Sar Pada Lsa (Lapan Surveillance Aircraft) Membuat desain sistem SAR sensor dan pengolahannya. Rahmat Arief , Muchammad Soleh, Musyarofah LAPAN 2014 Sistem Sensor SAR Pada LSA.
2 Peningkatan Utilitas Sistem Katalog BDPJN berbasis WebGIS untuk data resolusi tinggi Sistem Katalog BDPJN mempermudah pengguna untuk melakukan pencarian dan mendapatkan data citra inderaja. Penambahan modul yang dilakukan disistem katalog BDPJN untuk memperkaya content yang terdapat dikatalog BDPJN. LAPAN 2014 Dilakukan proses pengecekan dan proses ulang untuk data yang tidak valid.
3 Rancangan Operasi Foto Udara Lahan Pertanian Daerah Subang Dengan Kamera Pertanian Tetracam Adc Menggunakan Pesawat Ringan Lapan LSA-01 Skenario operasi perolehan foto udara, termasuk pengaturan parameter kamera, menggunakan kamera multispektrum TetraCam ADC dengan wahana udara pesawat ringan Lapan LSA-01, agar menghasilkan citra udara yang memenuhi kualifikasi penginderaan jauh, sesuai permintaan pengguna. Ahmad Maryanto, dkk LAPAN 2014 Perlu koordinasi kepada semua pihak terkait, baik yang menyangkut teknis operasionalisasi pesawat maupun perijinan dan administrasi.
4 Sistem Pengolahan Data MODIS Sistem Pengolahan data MODIS merupakan sistem otomatisasi pengolahan data dari data raw hasil akuisisi sampai dengan data informasi level 2. Produk level 2 yang dihasilkan yaitu produk Indeks kehijauan baik NDVI maupun EVI dan informasi suhu permukaan laut serta informasi tentang kondisi atmosfer, keseluruhan produk level 2 dalam format HDF dan data yangdihasilkan merupakan data harian perlintasan. LAPAN 2014 Otomatisasi monitoring hasil pengolahan data MODIS.
5 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 "Koreksi Radiometrik" Koreksi geometrik data Landsat-8 hasil perekaman stasiun bumi LAPAN, menggunakan algoritma TOA (Top Of Atmosferic) dan BRDF (Bidirectional Reflectance Distribution Function). LAPAN 2014 Menggabungkan dengan modul lainnya menjadi sistim otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
6 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 "Pansharpening" Penajaman citra Landsat-8 dari 30 meter berwarna dan 15 meter BW menjadi 15 meter berwarna sehingga kenampakan obyek lebih jelas. LAPAN 2014 Menggabungkan dengan modul lainnya menjadi sistim otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
7 Design Sistem Antena X-Band Untuk Stasiun Bumi Rumpin Meningkatkan infrastruktur sistem antena stasiun bumi yang ada di LAPAN Rumpin untuk dapat menerima data Landsat-8 pada khususnya dan dari berbagai satelit (multimisi) pada umumnya. LAPAN 2014 Penentuan spesifikasi sistem antena X-band untuk stasiun bumi Rumpin.
8 Rancang Bangun Sistem Otomatisasi Penerimaan Data Satelit Landsat-8 di Stasiun Bumi Rumpin Sistem baru penerimaan data Landsat-8 di Stasiun Bumi Rumpin yang dioperasikan secara otomatis dari penerimaan hingga masuknya data kedalam sistem pengolahan.Sistem otomatis ini meliputi penerimaan, transfer data, pembentukan interval data untuk pengolahan. Wismu Sunarmodo, Dinari Niken S.S., Hidayat Gunawan, Ayom Widipaminto LAPAN 2014 Meningkatkan kehandalan sistem.
9 Sistem Penyimpanan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) Sistem BDPJN menjalankan 4 fungsi utama kegiatan penginderaan jauh, meliputi : sistem perolehan data, sistem pengolahan data, sistem penyimpanan data dan sistem diseminasi data. LAPAN 2014 Meningkatkan kehandalan sistem BDPJN.
10 Platform SPBP Sebagai Layanan Penyajian Data Penginderaan Jauh yang Cepat dan Mudah Untuk Seluruh Pemerintahan Provinsi Suatu sistem yang memberikan layanan penyediaan data dan informasi penginderaan jauh hasil operasional litbangyasa kepada pemerintah daerah. LAPAN 2015 Update data/informasi secara otomatis dan transfer knowledge kepada pemerintah daerah.
11 Design Sistem Antenna Dual XL-Band 3M Penerima Data Inderaja Resolusi Rendah Stasiun Bumi Parepare 2015 Infrastruktur penerimaan data satelit inderaja yang handal dan memiliki availabilitas yang tinggi dengan kemampuan penerimaan pada frekuensi X-Band dan L-Band. LAPAN 2015 Pembangunan sistem pengelolaan dan sarana penunjang untuk mempertahankan kehandalan sistem produksi data satelit inderaja di SB Parepare.
12 Sistem Akuisisi dan Pengolahan Data Satelit S-NPP Sistem akuisisi dan pengolahan data satelit S-NPP yang dibangun dan diintegrasikan dengan sistem stasiun bumi inderaja resolusi rendah eksisting. LAPAN 2015 Melakukan validasi data telah dihasilkan bersama dengan Pusfatja-LAPAN untuk keperluan pemanfaatan data lebih lanjut, serta meningkatkan kemampuan kecepatan proses pengolahan.
13 Estimasi Kinerja Spektroradiometris Kamera Industri JAI LQ-200CL pada Penggunaan Luar Ruangan dengan Sumber Iluminasi Matahari Mempelajari kinerja tanggap daya cahaya kamera industry LQ-200CL dari JAI melalui estimasi simulatif signal keluaran detektor sebagai fungsi tingkat iluminasi matahari, yang diwakili dengan sudut zenith matahari untuk tiga contoh obyek penutup lahan berbeda yaitu rumput hijau, rumput kering, dan tanah kekuningan pada beberapa skenario pengaturan parameter kamera. Ahmad Maryanto, dkk LAPAN 2015 Melakukan validasi uji lapangan serta pencatatan riwayat perubahan pengaturan parameter kamera dan proses analisis spektrometris data.
14 Simulasi Direct Georeferencing untuk Koreksi Geometrik Sistematik Citra Pushbroom Imager Pengembangan dan implementasi algoritma dengan prinsip membangun relasi antara sistem koordinat sensor pushbroom pada wahana terhadap koordinat permukaan bumi. Muchammad Soleh, Wismu Sunarmodo, dan Ahmad Maryanto LAPAN 2015 Pengembangan lebih lanjut untuk simulasi citra yang terkoreksi geometrik sistematik dan geo-coded image.
15 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 "Klasifikasi Awan dan Bayangannya" Membuat klasifikasi awan dan bayangannya dengan metoda albedo dan cirrus serta hubungan antara awan dan bayangan. LAPAN 2015 Akan digabungkan dengan modul lainnya menjadi sistem otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
16 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 "Apply Cloud Mask" Melakukan masking citra Landsat-8 menggunakan hasil klasifikasi awan dan bayangannya. LAPAN 2015 Akan digabungkan dengan modul lainnya menjadi sistem otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
17 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 "Quicklook Klasifikasi Awan" Membuat masking citra Landsat-8 menggunakan hasil klasifikasi awan dan bayangannya. LAPAN 2015 akan digabungkan dengan modul lainnya menjadi sistim otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
18 WIKI (GD) Membangun sistem untuk mencatat permintaan data citra satelit penginderaan jauh dan sekaligus sistem laporannya untuk mendukung pengambilan keputusan. LAPAN 2015 Subsistem wiki: Online IKM kuisioner, logbook frame, webgis ketersediaan data spot 6/7, webgis ketersediaan data csrst, webgis sebaran kerjasama LAPAN.
19 Peningkatan Utilitas Sistem Katalog BDPJN berbasis WebGIS untuk data resolusi rendah Peningkatan fungsi Katalog BDPJN dengan penambahan modul untuk data satelit resolusi rendah. LAPAN 2015 Meningkatkan kehandalan sistem.
20 Integrasi Sistem Katalog Landsat Parepare Pekayon & Rumpin (HG) Penggabungan sistem katalog Landsat dengan sinkronisasi informasi metadata hasil pengolahan secara otomatis berbasis web dan near-real time. LAPAN 2015 Meningkatkan kehandalan sistem.
21 Pemanfaatan ITSM Tools Berbasis Aplikasi Opensource di LAPAN - PUSTEKDATA untuk Manajamen Aset IT ITSM merupakan istilah umum yang menggambarkan pendekatan strategi dalam melakukan desain, deliveri, pengaturan dan peningkatan penggunaan teknologi informasi yang digunakan oleh organisasi. Tujuan dari kerangka kerja (framework) ITSM untuk menempatkan proses, SDM dan teknologi sesuai dengan kebutuhannya sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya. LAPAN 2016 Membuat layanan IT (helpdesk, service management) yang diberikan kepada user internal dengan Service Level Agreement (SLA) yang disepakati dan menghubungkan peralatan IT yang ada dengan Tools untuk monitoring peralatan.
22 Sistem Otomatisasi Peneriman Dan Pengolahan Data Himawari Sistem stasiun bumi yang diperlukan untuk menerima data himawari 8/9 (HimawariCast). Subsistem Data Processing terdiri dari modul pengolahan misi data himawari 8/9 menjadi data level-1 dan 2. Dengan adanya sistem stasiun bumi untuk penerimaan data penginderaan jauh satelit himawari 8/9, diharapkan bisa menjaga kontinuitas penerimaan data satelit lingkungan dan cuaca, untuk pemantauan cuaca, mitigasi bencana dllnya dalam rangka mendukung Bank Data Penginderaan Jauh Nasional dan Sistem Pemantauan LAPAN 2016 Pengembangan sistem diseminasi produk pengolahan data Himawari.
23 Disain Tata Letak Komponen Pada Rancangan Kamera Udara Sistem Ganda Untuk Pesawat LSA-01 LAPAN Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasi, kamera udara Pustekdata-1 (KU-PBMSVN-1) yang dibuat dari satu buah kamera industry tipe linescan (JAI LQ-200CL sebagai kamera utama) dikombinasikan dengan satu buah kamera consumer (kamera still, NIKON D800e sebagai kamera pendukung) akan ditambah dengan satu buah kamera line scan dengan spesifikasi yang sama agar diperoleh lebar sapuan yang lebih besar sehingga mengurangi durasi operasi LAPAN 2016 Untuk mengurangi mis-alignment komponen (utamanya 3 kamera yang digunakan), perlu dilakukan validasi pada produk antarmuka mekanik sebelum dipasang/diintegrasikan ke dalam sistem
24 LAPAN Fire Hotspot: Sistem Peringatan Dini Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web Dan Android Real time hotspot information for monitoring forest/land fire alert in Indonesia. LAPAN 2016 Pengembangan sistem berbasis IOS dan juga akan diperbaiki dalam hal waktu pengolahan dan kestabilan sistem.
25 Sistem Data Hub Data Satelit Resolusi Rendah Sistem Data hub merupakan sistem bagi pakai data informasi hasil akuisisi dan pengolahan data penginderaan jauh khususnya untuk resolusi rendah. Sistem data hub yang dikembangkan meliputi untuk data produk dari Satelit Himawari-8 dan data hasil pengolahan informasi hotspot harian di Indonesia. Sistem ini mampu mempermudah bagi user yang ingin mendapatkan data secara rutin untuk keperluan operasional. LAPAN 2016 Melengkapi sistem data hub dengan jaringan komunikasi data yang baik sehingga dapat menyediakan data dengan cepat.
26 Sistem Pengolahan Data NOAA dan METOP Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Pekayon Jakarta melakukan kegiatan akuisisi dan pengolahan data satelit NOAA-18. Data tersebut dapat menghasilkan informasi terkait kondisi atmosfer yang dibutuhkan. Data yang dihasilkan dalam satu hari mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk dapat menghasilkan informasi relative humidity dari data satelit NOAA-18 maka dibutuhkan software pengolahan data. LAPAN 2016 Pengolahan data menjadi informasi lain yang masih dapat diturunkan dengan data dari satelit NOAA/METOP yang ada saat ini.
27 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 Mosaik Multitemporal Menggabungkan data (Mosaik spasial dan komposit antar waktu) sehingga diperoleh citra dengan liputan awan minimal. LAPAN 2016 Menggabungkan sistem pengolahan dengan modul lainnya menjadi sistim otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
28 Perangkat Lunak Pengolahan Data Landsat-8 Identifikasi Deforestasi Melakukan identifikasi deforestasi dari 2 citra hasil mosaic yang berbeda waktu. LAPAN 2016 Menggabungkan sistem pengolahan dengan modul lainnya menjadi sistim otomatisasi pengolahan Landsat-8 yang terintegrasi dari pengolahan awal sampai produksi informasi.
29 Sistem Akuisisi Himawaricast untuk Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Pekayon Pusat Teknologi Dan Data Penginderaan Jauh Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Data hasil pengamatan dari Himawari-8 penyebarannya dilakukan secara gratis dari Japan Meteorological Agency (JMA) melalui: 1.HimawariCloud. 2.HimawariCast. Lapan dalam hal ini stasiun bumi Pekayon mengakuisisi data satelit Himawari melalui penyebaran HimawariCast yang menggunakan jalur frekwensi C-Band. LAPAN 2016 Penambahan sistem akuisisi HimawariCast dan tersedianya spare part dapat memberikan nilai tambah data satelit lingkungan dan cuaca (NOAA dan HimawariCast) secara cepat.
30 Sistem Stasiun Bumi Penerima Data Inderaja Parepare, Rumpin Dan Pekayon LAPAN telah memiliki sistem stasiun bumi yang terletak di Parepare, Jakarta/Pekayon, dan Rumpin. Saat ini Stasiun Bumi Parepare telah memiliki 3 unit sistem antena dan telah beroperasi untuk melakukan akuisisi langsung dan pengolahan dari berbagai data penginderaan jauh satelit antara lain data satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, SPOT-6, SPOT-7, Landsat 7, dan Landsat 8. Stasiun Bumi Jakarta/Pekayon beroperasi untuk melakukan akuisisi dan pengolahan data satelit NOAA-18, NOAA-19, METOP-A, dan Himawa LAPAN 2016 Upgrading sistem stasiun bumi LAPAN untuk penerimaan data CSRT.
31 Pemenuhan Kebutuhan Data Citra Satelit Penginderaan Jauh Resolusi Sangat Tinggi (CSRST) Melalui Sistem Penerimaan Langsung/Stasiun Bumi Untuk Mendukung Program Prioritas Nasional Tulisan ini menguraikan terkait kebutuhan data CSRST, data CSRST yang tersedia saat ini di dunia, ketersediaan dan distribusi data CSRST, serta alternatif penyediaan data CSRST melalui DRS (Direct Receiving Station). Hasil analisis diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi rencana pemenuhan kebutuhan data CSRST melalui akuisisi langsung DRS dengan lisensi Pemerintah Republik Indonesia. LAPAN 2016 Penyediaan data CSRST melalui akuisisi langsung (DRS) dari stasiun bumi Parepare-LAPAN.
32 Pengembangan Modul Pengelolaan Data Citra Inderaja dalam Sistem Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) Permasalahan yang dihadapi adalah kebutuhan akan kapasitas penyimpanan data citra yang meningkat seiring dengan penambahan data hasil proses akuisisi dan pengadaan data citra inderaja. Kegiatan ini mencoba melakukan kajian terhadap subsistem BDPJN yang ada dan mengembangkan modul prototyping antarmuka (interface) antara subsistem archive dan subsistem katalog dengan tujuan agar data tetap dapat diakses oleh subsistem katalog walaupun lokasi data telah berubah. LAPAN 2016 Meningkatkan kehandalan sistem.
33 Virtual Ground Station (HG) Membangun interface standar VGS dengan Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Kementerian/Lembaga lain (Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Prancak - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), (Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) dll). LAPAN 2016 Ujicoba integrasi VGS dengan Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Kementerian/Lembaga lain (Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Prancak - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), (Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) dll).
34 Otomatisasi Pengolahan Data Modis Untuk memenuhi kebutuhan informasi pemantauan kondisi lingkungan hutan Indonesia tersebut LAPAN menyediakan informasi near realtime indek vegetasi bulanan dan hotspot yang diperoleh dari Data Satelit Lingkungan Terra dan Aqua MODIS. Dengan sistem otomatisasi maka pengolahan dan pengiriman data MODIS untuk menghasilkan informasi indek vegetasi bulanan dan hotspot secara rear realtime. LAPAN 2014 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
35 Sistem Otomatisasi Penerimaan Data Satelit Landsat-8 Stasiun Bumi Penginderaan jauh Rumpin Sistem baru penerimaan data Landsat-8 di Stasiun Bumi Rumpin yang dioperasikan secara otomatis dari penerimaan hingga masuknya data kedalam sistem pengolahan. Sistem otomatis ini meliputi penerimaan, transfer data, pembentukan interval data untuk pengolahan. Namun sistem operasi otomatis tidaklah sepenuhnya bisa mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul sebagai faktor eksternal, sehingga selain sistem operasi otomatis juga dibangun sistem monitoring pada semua proses otomatis. Selain memperm LAPAN 2014 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
36 Sistem antena x-band untuk stasiun bumi Rumpin Untuk menjaga kontinuitas ketersediaan data penginderaan jauh satelit, LAPAN telah memiliki sistem stasiun bumi yang terletak di Parepare, Jakarta/Pekayon, dan Rumpin. Saat ini Stasiun Bumi Parepare telah memiliki 2 unit sistem antenna dan telah beroperasi untuk melakukan akuisisi langsung dan pengolahan dari berbagai data penginderaan jauh satelit antara lain data satelit Terra, Aqua, NPP, SPOT-5, 6, Landsat 7, dan LDCM. Dikarenakan Stasiun Bumi Parepare tidak dapat mencakup wilayah barat Indo LAPAN 2014 Pengembangan sistem virtual ground station dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
37 Software pengolahan citra Landsat-8 - LAPAN 2014 Interoperability dengan data Penginderaan jauh lainnya untuk membangun sistem Analysis Ready Data (ARD).
38 Prototype teknologi Pencitraan Multispektral Pushbroom untuk Penginderaan Jauh Kemandirian teknologi di bidang akuisisi data penginderaan jauh khususnya sensor atau payload dalam misi penginderaan jauh dapat menjamin kedaulatan pemanfaatan penginderaan jauh untuk kebutuhan nasional. Kerja sama internal dilakukan dengan Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat) Kerja sama eksternal dilakukan dengan pengguna strategis seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. LAPAN 2015 Pengembangan sistem prototype sistem kamera udara pushbroom dual kamera (operasional) dan prototipe dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
39 Sistem Akuisisi dan Pengolahan data Satelit S-NPP Sebuah sistem pengolahan untuk menghasilkan produk jenis tutupan lahan dari data penginderaan jauh satelit Suomi National Polar-orbiting Partnership (NPP) telah berhasil dibangun dan diintegrasikan dengan sistem stasiun bumi penginderaan jauh resolusi rendah di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Data penginderaan jauh satelit Suomi NPP dari mulai level rawdata sampai dihasilkannya produk jenis tutupan lahan dan untuk mengetahui apakah sistem pengolahan yang dibangun memiliki po LAPAN 2015 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
40 Integrasi Katalog Landsat Sebelum adanya sistem katalog Landsat,untuk mendapatkan data Landsat dari dua stasiun bumi milik LAPAN, tim operasional perlu melakukan pengecekan terus menerus pada proses pengolahan data misi di masing-masing stasiun bumi. Jika proses pengolahan sudah selesai maka tim operasional akan mengirim file metadata dan quicklook ke server katalog dan ditambahkan ke database katalog Landsat secara manual. Untuk menghindarkan keterlambatan tersedianya data di katalog Landsat karena kelalaian pengecekan LAPAN 2015 Pengembangan sistem penyajian data terintegrasi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
41 Software Orthoretifikasi Data SPOT6/7 dan Pleiades IA/IB Level primary menggunakan RPC Program ini mengambil parameter-parameter dan koefisien-koefisien RPC yang ada di file RPC format XML pada data SPOT-6/7 atau Pleiades-1A/1B kemudian menyimpannya kembali menjadi file RPC dalam format textfile. LAPAN 2015 Pengembangan sistem pengolahan data lanjut untuk membangun sistem Analysis Ready Data (ARD).
42 Sistem Virtual Ground Station sebagai integrator Sistem Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Nasional Sesuai Undang-Undang No 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaaan, LAPAN adalah satu-satunya lembaga yang merencanakan, membangun, dan mengoperasikan stasiun bumi penginderaan jauh secara nasional. Disamping itu masih adanya beberapa Kementerian/Lembaga yang mempunyai stasiun bumi penginderaan jauh. Untuk itu perlu dibangun Sistem Stasiun Bumi Penginderaan Jauh yang dapat mengintegrasikan seluruh sistem stasiun bumi penginderaan jauh yang ada untuk memenuhi seluruh kebutuhan data penginderaan jauh na LAPAN 2015 Pengembangan sistem penerimaan data satelit multimisi terintegrasi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
43 Sistem Akuisisi HimawariCast untuk Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Pekayon Penerimaan Himawari-8 dilakukan secara gratis dari Japan Meteorological Agency (JMA) melalui: 1. HimawariCloud. 2. HimawariCast. Lapan dalam hal ini stasiun bumi Pekayon mengakuisisi data satelit Himawari melalui penyebaran HimawariCast yang menggunakan jalur frekwensi C-Band. Tujuan dari penerimaan Himawari-8 adalah untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin ketersediaan data satelit lingkungan dan cuaca secara berkesinambungan. LAPAN 2016 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
44 Sistem Data Hub Data Satelit Resolusi Rendah Sistem Data hub merupakan sistem bagi pakai data informasi hasil akuisisi dan pengolahan data penginderaan jauh khususnya untuk resolusi rendah. Sistem data hub yang dikembangkan meliputi untuk data produk dari Satelit Himawari-8 dan data hasil pengolahan informasi hotspot harian di Indonesia. Sistem ini mampu mempermudah bagi user yang ingin mendapatkan data secara rutin untuk keperluan operasional. LAPAN 2016 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
45 LAPAN Fire Hotspot: Sistem Peringatan Dini Potensi Kebakaran Hutan Dan Lahan Berbasis Web Dan Android Sistem Pemantauan Titik Panas (Hotspot) Indonesia ini di buat dengan memasukkan informasi yang diturunkan dari tiga data satelit penginderaan jauh. Sistem ini dikembangkan oleh LAPAN untuk memberikan informasi peringatan dini bahaya kebakaran hutan yang sering berulang setiap tahunnya. Sistem ini mampu mengolah data dari rawdata sampai dengan produk informasi hotspot dan menampilkannya di website LAPAN. LAPAN 2016 Pengembangan sistem penyajian data terintegrasi mobile (SPACeMaP).
46 Sistem Pengolahan Data NOAA dan METOP Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Pekayon Jakarta melakukan kegiatan akuisisi dan pengolahan data satelit NOAA-18. Data tersebut dapat menghasilkan informasi terkait kondisi atmosfer yang dibutuhkan. Software CSPP-IAPP merupakan salah satu software yang dapat digunakan untuk mengolah data dari satelit NOAA-18, NOAA 19 dan METOP untuk menghasilkan data level 2, salah satu informasi yang dihasilkan adalah relative humidity. LAPAN 2016 Pengembangan sistem pengolahan multimisi dalam mendukung program Low Cost Ground Station.
47 Pemanfaatan ITSM tools berbasis aplikasi opensource di LAPAN- PUSTEKDATA untuk manajamen aset IT- Salah satu konsep dalam pengelolaan infrastruktur IT dalam suatu institusi/organisasi yaitu IT Service Management (ITSM). ITSM merupakan istilah umum yang menggambarkan pendekatan strategi dalam melakukan desain, deliveri, pengaturan dan peningkatan penggunaan teknologi informasi yang digunakan oleh organisasi. tools ITSM berbasis opensource di LAPAN-PUSTEKDATA dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan peralatan IT di LAPAN-PUSTEKDATA. Riyan Mahendra Saputra, Fijri Kurnia Eka Sari dan Dhony Kurniadi LAPAN 2016 Pengembangan sistem penyajian data dalam mendukung kemampuan data center TIER 3.
48 Sistem perangkat lunak pengolahan data Landsat-8 Identifikasi deforestasi Diperlukan pembangunan software opensource pengolahan data Landsat-8 yang dapat dijalankan secara otomatis. Setiap tahapan pengolahan data Landsat -8 perlu dibuat perangkat lunak berbasis opensource yang dapat dijalankan secara near real time, perangkat lunak yang dibangun ini merupakan bagian dari perangkat lunak lainnya yang dijalankan secara simultan untuk memproduksi citra bebas awan. LAPAN 2016 Pengembangan sistem pengolahan data lanjut untuk membangun sistem Analysis Ready Data (ARD).
49 Sistem perangkat lunak pengolahan data Mosaik Multitemporal Data Landsat-8 (bebas awan dan parameter geo-biofisik) Diperlukannya sebuah aplikasi yang dapat membantu mempermudah bagi pengguna data Landsat-8 untuk menghasilkan informasi terkait perubahan lahan secara multemporal yang tidak tertutup oleh awan. LAPAN 2016 Pengembangan sistem pengolahan data lanjut untuk membangun sistem Analysis Ready Data (ARD).